
Dari sejak kelahirannya, media massa kita di tengah segala keterbatasannya mampu menjadi
Panji Masyarakat, untuk mencapai masyarakat
Adil dan makmur sebagaimana cita-cita proklamasi. Dengan pasang-surut di segala rezim, media massa menjadi
Pelita serta wahana
Panyebar Semangat untuk mengisi kemerdekaan serta memberi ruang bagi daya kritis warga negara sebagai pengontrol
Abadi bagi kekuasaan yang cenderung korup.
Saat ini
Media-media di
Indonesia sedang memperoleh momentum yang paling berarti dalam sejarah
Republik kit
a. Perannya menjadi semacam
Kompas bagi bangsa ini untuk menentukan arah perjalanannya kedepan. Sebab, media massa bukan hanya menjadi penyampai berita-berita di
Seputar Indonesia, menjadi
Koran di
Jakarta, pe
Warta Kota, atau
Berita Buana, tetapi menjadi cerminan bagi
Rakyat yang
Merdeka untuk menyatakan pendapatnya di alam demokrasi saat ini.
Misalnya dalam kasus kriminalisasi terhadap dua pimpinan KPK, media massa sangat berperan memberi
Farum Keadilan bagi masyarakat yang serasa tersumbat oleh kepongahan permainan kekuasaan. Penahanan Bibit-Chandra yang dipaksakan,
Kontan menarik simpati serta dukungan penuh terhadap keduanya. Facebookers memberikan dukungan kepada “Sang Cicak” dalam pertarungan “Cicak vs Buaya” yang dalam waktu singkat berhasil mengumpulkan lebih dari sejuta orang di alam maya. Demikian juga dukungan mengalir melalui Twitter, Blogs, dan media internet lainnya.