Tampilkan postingan dengan label hidup di Australia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidup di Australia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Januari 2011

Tips “Hidup” di Australia

Dengan menceritakan tips hidup di Australia ini saya bukan bermaksud “sok menggurui”, namun lebih bernada “jangan ulangi kesalahan saya”. Sebab, kata orang pengalaman adalah guru terbaik dan menurut saya “mahal harganya”. Tips-tips disini juga tidak ditujukan bagi orang semacam “Gayus, dkk” yang sudah tidak memikirkan “sensitifitas harga”, namun lebih ditujukan bagi mereka yang berfikir rasional dalam “membelanjakan” tenaga dan uangnya. Tips ini berguna bagi mereka yang akan melanjutkan studi atau yang akan menetap lama di Australia.


Sebenarnya sudah banyak buku yang membahas hasil survey tentang biaya hidup, akomodasi, kerja part time di kota-kota di Australia, namun yang saya sampaikan disini materinya lebih taktis dan kontekstual sesuai pengalaman saya di Australia. Saya beruntung sebelum ke Australia dulu mendapat pelajaran cross cultural di IALF oleh Barbarra Wiechecki, dan juga tidak harus mengurus visa karena ADS office sudah melakukannya untuk saya sebagai awardee. Sengaja saya tulis share pengalaman ini dalam bentuk FAQ (Frequently Asked Question) untuk mempermudah pemaparan, berikut ini: